Sebelum mencoba stage photography, pastikan bahwa dSLR dan lensa yang sempurna tersedia dalam kit profesional Anda. Selain itu, pencahayaan yang kuat dan tripod harus hadir setiap saat. Untuk awal mungkin akan tampak rumit digunakan untuk memotret konser Jon Bon Jovi, atau The Phantom of the Opera, namun hasilnya akan sepadan dengan usaha Anda.
Aperture dan shutter speed sangat penting untuk dipertimbangkan dalam hal ini kecuali dSLR yang Anda gunakan memiliki pengaturan otomatis, dan dapat menyesuaikan flash brightness pada jumlah cahaya dalam hitungan detik. Setiap konser satu dengan yang lainnya pasti memiliki perbedaan dimulai dari desain panggung, strobo, dan pencahayaan background yang dapat berubah-ubah secara cepat ketika acara berlangsung. Untuk itu, bawalah buku atau notepad dan pastikan untuk membuat catatan pada masing-masing setting, aperture, shutter speed, dan zoom lensa yang bekerja baik saat pemotretan.
Jika kamera dSLR Anda memiliki preset setting, coba pergunakan Sport setting. Setting-an ini digunakan untuk menangkap gerakan yang cepat, dan sebagian besar setting ini memiliki shutter speed otomatis dan penyesuaian aperture untuk memastikan bahwa efek pencahayaan yang sempurna tertangkap. Salah satu setting terhebat yang pernah dibuat adalah setting smile atau setting face. Pengaturan ini akan mendeteksi gambar paling penting dalam sebuah gambar, biasanya wajah manusia, dan membuat titik fokus sehingga gambar ekspresi wajah yang spektakuler, detail pakaian, dan cara cahaya memainkan dari wajah tokoh idola kita dapat tertangkat dengan bagus.