Selasa, 12 Agustus 2014

Tips Memilih Mode Metering Kamera Digital


Evaluative/Matrix, Center Weight atau Spot Metering?

Banyak dari kita yang masih belum mantap dalam memilih mode metering yang kita
gunakan saat memotret. Padahal mode metering adalah fitur standar dari kamera digital,
bahkan hingga kamera ponsel modern pun kini sudah menyediakan fitur ini. Kali ini saya
coba membuat tulisan soal tips memilih mode metering yang tepat, dengan harapan kita
bisa mendapat foto dengan eksposure yang baik di setiap kondisi pencahayaan.
Fotografi adalah bermain dengan cahaya, dimana kendali akan cahaya ditentukan dari tiga
komponen eksposure yaitu shutter, aperture dan ISO. Dalam menentukan nilai eksposure
ini, kamera mengukur intensitas cahaya yang masuk melalui lensa dan proses ini
dinamakan dengan istilah metering.

Pada prinsipnya kamera akan berupaya menjaga eksposure yang pas dimana foto yang
dihasilkan memiliki area gelap (shadow), area tengah/grey (midtone) dan area terang
(highlight) yang berimbang. Tidak seperti mata manusia, sensor pada kamera digital (atau
film pada kamera analog) punya rentang sensitivitas terhadap cahaya yang tidak terlalu
lebar sehingga ada saja kasus dimana kamera gagal mereproduksi kondisi aktual di
lapangan dalam sebuah foto. Contoh yang paling mudah ditemui adalah terjadinya highlight
clipping atau area terang yang detailnya sudah hilang dan ini sering dijumpai pada foto
dengan kontras tinggi. Sebaliknya, sebuah foto bisa dikatakan tidak tepat eksposurenya bila
banyak area shadow yang terlalu gelap sehingga bisa dibilang under-eksposure.
Pilihan mode metering disediakan untuk mengakomodir berbagai kondisi pemotretan yang
pasti punya banyak variasi pencahayaan, mulai dari siang terik, kontras tinggi hingga
tempat yang kurang cahaya. Pilihan mode yang umum dijumpai pada kebanyakan kamera
digital

Tidak ada komentar:

Posting Komentar